Dampak pembelajaran daring selama covid 19
Nyimas Pupu
Berbagai sudut pandang yang berbeda,memojokan keadaan yang memisahkan ruang dan waktu untuk seorang yang menempuh pendidikan. Membuat kita berjuang keras beradabtasi dengan kenyataan . Tugas yang semakin tak dimengerti memaksakan keras agar tuntas dan berkriteria mulus. Membuat kita (pelajar) menghalalkan segala cara untuk mencapai kriteria tersebut, disisi lain ada tanggung jawab yang tertulis keterampilan,yakni kita yang di paksa untuk tetap kesekolah meski keadaan tak memungkinkan hanya untuk menunggu giliran setoran hafalan yang harus tuntas berbarengan dengan tugas online yang semakin di belitkan .
Alhasil,siapa yang berjuang dia yang mendapatkan, tapi tidak untuk tahun ini,beberapa kendala memaksa kita tetap berdiam diri di rumah,meski harus menangis memutar otak menyelesaikan semua tugas apapun itu. Terdesak dan mendesak menghalalkan cara yang tak baik dengan tipu muslihat, kebanyakan kita menipu dengan stategi jitu untuk mendapat nilai sempurna. Dengan mengisi akun yang satu untuk percobaan nilai ulangan,alhasil akun yang asli mendapat nilai terbesar memuaskan.
Kemuakan,kelelahan kita yang harus pura pura membaca materi demi perintah padahal dengan instan kita menuju mbah google yang isi segudang jawaban. Tak ada lagi kejujuran yang tertanam,toh keadaan yang memaksa kita untuk mendapat nilai sempurna namun dengan batasan ruang dan waktu yang mengekang kita memahami materi pembelajaran yang sama sekali tak di pahami. Timbulah rasa lelah,cape,dengan alasan "Udahlah sudah muak dengan pembodohan Publik ini" .
Berbeda dengan kita yang tetap mempertahankan juara,kita berjuang keras memenuhi semua kriteria tugas yang di perintahkan, Alhasil kebut semalam di penghujung tanggal penghabisan akhir hafalan, berjuang dengan keras,menimbun,berkerumun, bolak balik masuk ruangan yang kicauan penuh perjuangan. Aneh,iya aneh, akhir semester pengambilan rapotpun di laksanakan hari dimana yang telah di tentukan dengan hasil yang sangat mencengangkan, iya.Yang bertahan akan menetap dan yang pergi akan tersisihkan,begitulah kira kira. Di tahun ini semua serba berbeda,seakan tak ada ampun bagi kami yang tak berjuang .
Salatiga,15 November 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar