Kamis, 05 Maret 2026

Menyongsong Perubahan: Tantangan dan Peluang dalam Transformasi Digital di Indonesia

 

Menyongsong Perubahan: Tantangan dan Peluang dalam Transformasi Digital di Indonesia

Oleh: Upep Jamaludin

 


PENDAHULUAN

          Dalam era yang semakin terhubung secara global, digitalisasi telah menjadi kekuatan utama yang mendorong perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di seluruh dunia. Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat, juga terpengaruh oleh revolusi ini. Dari ujung barat hingga timur, pengaruh teknologi digital mulai merasuki berbagai aspek kehidupan masyarakat namun dampaknya terasa paling signifikan pada dua pilar penting pembangunan bangsa: sektor pendidikan dan ekonomi. Meskipun digitalisasi membawa harapan untuk kemajuan yang lebih inklusif dan efisien, prosesnya menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.

Dalam bidang pendidikan, tantangan tersebut meliputi kesenjangan akses terhadap perangkat dan jaringan antara wilayah, serta kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi. Sementara itu, di sektor ekonomi, tantangan muncul dalam bentuk keterbatasan keterampilan digital pada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta infrastruktur yang belum merata untuk mendukung aktivitas bisnis berbasis digital. Di sisi lain, peluang yang muncul pun tak terbantahkan: pendidikan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik di pelosok negeri melalui pembelajaran daring, sedangkan ekonomi dapat tumbuh lebih dinamis berkat berkembangnya ekosistem startup, pasar digital, dan akses ke pasar global yang lebih luas. Tulisan ini akan mengkaji secara mendalam tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia dalam menyongsong perubahan melalui transformasi digital di sektor pendidikan dan ekonomi, serta bagaimana langkah-langkah strategis dapat mengoptimalkan manfaatnya bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peluang dan Tantangan Perkembangan Transformasi Digital

          Perkembangan Transformasi Digital dapat dirasakan pada saat zaman pandemi dan pasca pandemi pada tahun 2023 lalu. Kemajuan Teknologi berkembang tidak hanya pada saat itu, akan tetapi sampai zaman sekarang berkembang dengan sangat pesat. Dalam masa pandemi tersebut, memaksa banyak orang untuk berinovasi seperti terbitnya aplikasi yang dapat memudahkan kegiatan belajar mengajar salah satunya aplikasi classroom dan zoom, yang mana aplikasi ini diperuntukan belajar dari rumah dengan lebih mudah. Selain itu, banyak digital yang dapat memudahkan dalam berbagai sektor seperti bisnis, Kesehatan, dan lain-lain.

          Berdasarkan survei data McKinsey Asia Personal Financial tahun 2017 bahwa Indonesia merupakan negara dengan digitalisasi tercepat di asia. Selain itu, pada tahun 2018 indonesia memiliki smartphone lebih banyak daripada rekening bank. Dengan melihat data tersebut dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki kesiapan dalam perkembangan digital. Berdasarkan data riset Google Temasek (2018) bahwa Indonesia menjadi negara yang memiliki pangsa pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Dalam bidang ekonomi ini, Indonesia lebih unggul dari Malaysia, Philipina, Singapure, Thailand, dan Vietnam. Dengan melihat data tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk berkembang dalam digital di sektor ekonomi.

          Namun, dengan melihat peluang-peluang tersebut tidak luput dari tantangan yang ada. Meskipun Indonesia menjadi negara yang berkembang pesat dalam memiliki produk digital yang memadai, tetapi Pembangunan infrastruktur didalam negeri sangat lambat dibandingkan dengan kecepatan perkembangan digital. Salah satunya di Indonesia pemerataan yang dapat menikmati jaringan 4G itu belum merata sepenuhnya, Selain infrastruktur yang belum merata, di Indonesia juga memiliki harga paketan internet yang mahal dengan jaringan yang lambat jika dibandingkan dengan negara asia lainnya, serta meskipun digital di Indonesia sangat cepat menyebar tetapi data menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia sangat minim dalam hal literasi digital. Padahal literasi digital sangat penting untuk mengetahui akses apa saja yang dapat ditemukan dalam digital, Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dari 2019 hingga kuartal 1/2020 menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7 juta orang, atau 73,7% hingga kuartal II 2020. Angka ini meningkat 64,8% dibandingkan tahun 2018. Akan tetapi, kenaikan jumlah pengguna internet ini berbanding terbalik dengan indeks literasi digital nasional yang masih cukup rendah.

          Kemampuan untuk memahami dan menggunakan teknologi digital sangat penting bagi siswa dan guru. Jika akses ke sumber digital untuk mencari informasi semakin meningkat, hal ini dapat menjadi alat pembelajaran yang efisien. Siswa dan guru akan lebih mudah menemukan portal digital yang memberikan informasi berkualitas serta bisa mengidentifikasi berita palsu. Dari pernyataan ini, dapat disimpulkan bahwa literasi digital adalah kemampuan individu untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menemukan, menggunakan, mengevaluasi, dan menyebarluaskan informasi dan pengetahuan secara bijak, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Saat berselancar di media sosial dan berlatih literasi digital, penting untuk memiliki pemahaman jelas mengenai tujuan dan fungsi dari platform yang digunakan. Dengan demikian, manfaat yang didapat bisa sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. Contohnya termasuk platform seperti Linkedin, X, Instagram, Tiktok, dan lainnya. Setiap platform tersebut menawarkan layanan, fitur, serta pengguna yang bervariasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa dan guru untuk memahami fungsi dan tujuan dari beragam platform ini dengan cara yang selektif dan bijaksana.

KESIMPULAN

          Perubahan digital di Indonesia telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Hal ini terutama cepat berkat pandemi dan terus tumbuh dengan pesat hingga sekarang. Berbagai inovasi, seperti aplikasi belajar dan platform digital dalam berbagai bidang, telah menunjukkan betapa teknologi dapat mempermudah aktivitas masyarakat. Data yang berasal dari berbagai sumber memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan digitalisasi tercepat di Asia dan sebagai pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara. Selain itu, jumlah pengguna smartphone yang lebih tinggi dibandingkan pemegang rekening bank menunjukkan kesiapan yang besar untuk mengembangkan ekosistem digital. Meskipun demikian, potensi tersebut disertai banyak tantangan serius yang harus diperhatikan. Penyebaran infrastruktur jaringan 4G yang belum maksimal, harga paket internet yang masih tinggi dengan kualitas yang tidak sebanding dengan negara-negara sekitar, serta rendahnya literasi digital menjadi penghalang terbesar untuk mencapai transformasi digital yang inklusif. Meskipun jumlah pengguna internet meningkat secara signifikan, masih ada masalah besar dalam kesenjangan antara akses dan kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan baik dan bijak.

Karena itu, untuk menyambut perubahan dengan sukses, langkah-langkah strategis yang terintegrasi sangat diperlukan. Ini termasuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang merata, menurunkan biaya akses internet, dan meningkatkan program pendidikan serta pelatihan literasi digital untuk semua lapisan masyarakat. Dengan cara ini, Indonesia tidak hanya dapat memanfaatkan peluang yang ada tetapi juga dapat membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik dan inklusif melalui transformasi digital.

DAFTAR PUSTAKA

Wahidin, D. & Wati, I.” PELUANG DAN TANTANGAN TRANSFORMASI DIGITAL DI INDONESIA.” Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP Kediri. (2024). SENMEA. DOI: proceeding.unpkediri.ac.id

Arbi, Z, F. & Amrullah. (2024). Transformasi Sosial dalam Pendidikan Karakter di Era Digital: Peluang dan Tantangan. Jurnal Sosial, 02 (02), 191-206. DOI: http://dx.doi.org/10.15642/sse.2024.2.1.191-206

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar