Menyongsong
Perubahan: Tantangan dan Peluang dalam Transformasi Digital di Indonesia
Oleh:
Upep Jamaludin
PENDAHULUAN
Dalam era yang semakin terhubung
secara global, digitalisasi telah menjadi kekuatan utama yang mendorong
perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di seluruh dunia. Indonesia, yang
merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan jumlah pengguna
internet yang terus meningkat, juga terpengaruh oleh revolusi ini. Dari ujung
barat hingga timur, pengaruh teknologi digital mulai merasuki berbagai aspek
kehidupan masyarakat namun dampaknya terasa paling signifikan pada dua pilar
penting pembangunan bangsa: sektor pendidikan dan ekonomi. Meskipun
digitalisasi membawa harapan untuk kemajuan yang lebih inklusif dan efisien, prosesnya
menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.
Dalam bidang pendidikan, tantangan tersebut meliputi
kesenjangan akses terhadap perangkat dan jaringan antara wilayah, serta
kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi.
Sementara itu, di sektor ekonomi, tantangan muncul dalam bentuk keterbatasan keterampilan
digital pada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta infrastruktur yang
belum merata untuk mendukung aktivitas bisnis berbasis digital. Di sisi lain,
peluang yang muncul pun tak terbantahkan: pendidikan dapat menjangkau lebih
banyak peserta didik di pelosok negeri melalui pembelajaran daring, sedangkan
ekonomi dapat tumbuh lebih dinamis berkat berkembangnya ekosistem startup,
pasar digital, dan akses ke pasar global yang lebih luas. Tulisan ini akan
mengkaji secara mendalam tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia dalam
menyongsong perubahan melalui transformasi digital di sektor pendidikan dan
ekonomi, serta bagaimana langkah-langkah strategis dapat mengoptimalkan
manfaatnya bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peluang
dan Tantangan Perkembangan Transformasi Digital
Perkembangan Transformasi Digital
dapat dirasakan pada saat zaman pandemi dan pasca pandemi pada tahun 2023 lalu.
Kemajuan Teknologi berkembang tidak hanya pada saat itu, akan tetapi sampai
zaman sekarang berkembang dengan sangat pesat. Dalam masa pandemi tersebut,
memaksa banyak orang untuk berinovasi seperti terbitnya aplikasi yang dapat
memudahkan kegiatan belajar mengajar salah satunya aplikasi classroom dan zoom,
yang mana aplikasi ini diperuntukan belajar dari rumah dengan lebih mudah.
Selain itu, banyak digital yang dapat memudahkan dalam berbagai sektor seperti
bisnis, Kesehatan, dan lain-lain.
Berdasarkan survei data McKinsey Asia
Personal Financial tahun 2017 bahwa Indonesia merupakan negara dengan
digitalisasi tercepat di asia. Selain itu, pada tahun 2018 indonesia memiliki
smartphone lebih banyak daripada rekening bank. Dengan melihat data tersebut
dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki kesiapan dalam perkembangan digital.
Berdasarkan data riset Google Temasek (2018) bahwa Indonesia menjadi negara
yang memiliki pangsa pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Dalam
bidang ekonomi ini, Indonesia lebih unggul dari Malaysia, Philipina, Singapure,
Thailand, dan Vietnam. Dengan melihat data tersebut, Indonesia memiliki peluang
untuk berkembang dalam digital di sektor ekonomi.
Namun, dengan melihat peluang-peluang
tersebut tidak luput dari tantangan yang ada. Meskipun Indonesia menjadi negara
yang berkembang pesat dalam memiliki produk digital yang memadai, tetapi
Pembangunan infrastruktur didalam negeri sangat lambat dibandingkan dengan
kecepatan perkembangan digital. Salah satunya di Indonesia pemerataan yang
dapat menikmati jaringan 4G itu belum merata sepenuhnya, Selain infrastruktur
yang belum merata, di Indonesia juga memiliki harga paketan internet yang mahal
dengan jaringan yang lambat jika dibandingkan dengan negara asia lainnya, serta
meskipun digital di Indonesia sangat cepat menyebar tetapi data menyebutkan
bahwa masyarakat Indonesia sangat minim dalam hal literasi digital. Padahal
literasi digital sangat penting untuk mengetahui akses apa saja yang dapat
ditemukan dalam digital, Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet
Indonesia (APJII) dari 2019 hingga kuartal 1/2020 menunjukkan bahwa jumlah
pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7 juta orang, atau 73,7% hingga
kuartal II 2020. Angka ini meningkat 64,8% dibandingkan tahun 2018. Akan
tetapi, kenaikan jumlah pengguna internet ini berbanding terbalik dengan indeks
literasi digital nasional yang masih cukup rendah.
Kemampuan untuk memahami dan
menggunakan teknologi digital sangat penting bagi siswa dan guru. Jika akses ke
sumber digital untuk mencari informasi semakin meningkat, hal ini dapat menjadi
alat pembelajaran yang efisien. Siswa dan guru akan lebih mudah menemukan
portal digital yang memberikan informasi berkualitas serta bisa
mengidentifikasi berita palsu. Dari pernyataan ini, dapat disimpulkan bahwa
literasi digital adalah kemampuan individu untuk memanfaatkan teknologi digital
dalam menemukan, menggunakan, mengevaluasi, dan menyebarluaskan informasi dan
pengetahuan secara bijak, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Saat
berselancar di media sosial dan berlatih literasi digital, penting untuk
memiliki pemahaman jelas mengenai tujuan dan fungsi dari platform yang
digunakan. Dengan demikian, manfaat yang didapat bisa sejalan dengan tujuan
yang ingin dicapai. Contohnya termasuk platform seperti Linkedin, X, Instagram,
Tiktok, dan lainnya. Setiap platform tersebut menawarkan layanan, fitur, serta
pengguna yang bervariasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa dan guru
untuk memahami fungsi dan tujuan dari beragam platform ini dengan cara yang
selektif dan bijaksana.
KESIMPULAN
Perubahan digital di Indonesia telah
mengalami perkembangan yang luar biasa. Hal ini terutama cepat berkat pandemi
dan terus tumbuh dengan pesat hingga sekarang. Berbagai inovasi, seperti
aplikasi belajar dan platform digital dalam berbagai bidang, telah menunjukkan
betapa teknologi dapat mempermudah aktivitas masyarakat. Data yang berasal dari
berbagai sumber memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan digitalisasi
tercepat di Asia dan sebagai pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara. Selain
itu, jumlah pengguna smartphone yang lebih tinggi dibandingkan pemegang
rekening bank menunjukkan kesiapan yang besar untuk mengembangkan ekosistem
digital. Meskipun demikian, potensi tersebut disertai banyak tantangan serius
yang harus diperhatikan. Penyebaran infrastruktur jaringan 4G yang belum
maksimal, harga paket internet yang masih tinggi dengan kualitas yang tidak
sebanding dengan negara-negara sekitar, serta rendahnya literasi digital
menjadi penghalang terbesar untuk mencapai transformasi digital yang inklusif.
Meskipun jumlah pengguna internet meningkat secara signifikan, masih ada
masalah besar dalam kesenjangan antara akses dan kemampuan untuk menggunakan
teknologi dengan baik dan bijak.
Karena itu, untuk menyambut perubahan dengan sukses,
langkah-langkah strategis yang terintegrasi sangat diperlukan. Ini termasuk
mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang merata, menurunkan biaya
akses internet, dan meningkatkan program pendidikan serta pelatihan literasi
digital untuk semua lapisan masyarakat. Dengan cara ini, Indonesia tidak hanya
dapat memanfaatkan peluang yang ada tetapi juga dapat membangun fondasi yang
kuat untuk masa depan yang lebih baik dan inklusif melalui transformasi digital.
DAFTAR
PUSTAKA
Wahidin, D. & Wati, I.” PELUANG DAN TANTANGAN TRANSFORMASI DIGITAL DI
INDONESIA.” Seminar Nasional
Manajemen, Ekonomi dan Akuntasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP Kediri. (2024).
SENMEA. DOI: proceeding.unpkediri.ac.id
Arbi, Z, F. & Amrullah. (2024). Transformasi
Sosial dalam Pendidikan Karakter di Era Digital: Peluang dan Tantangan. Jurnal
Sosial, 02 (02), 191-206. DOI: http://dx.doi.org/10.15642/sse.2024.2.1.191-206

Tidak ada komentar:
Posting Komentar