PERAN STRATEGIS GENERASI MUDA DALAM
MENGHADAPI KRISIS LINGKUNGAN
Oleh: M Husni Mubarok
PENDAHULUAN
Tidak
dapat dipungkiri jika pemuda/i merupakan aset yang dimiliki suatu negara, di
mana generasi muda merupakan sekolompok individu terdidik berbekal ilmu
pengetahuan dan ketrampilan. Generasi muda dapat memainkan peran penting dalam
kehidupan masyarakat, sebagai kaum intelektual yang mampu berperan sebagai
agent of change, social control, dan iron stock. Agent of change sendiri
merupakan seseorang atau sekelompok orang yang mampu memberikan dorongan kepada
orang lain untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik Sederhananya,
maksud dari Agent of change ini ditujukan kepada orang yang memiliki kendali di
masa depan dengan memiliki visioner untuk mewujudkan kehidupan layak, baik
untuk diri sendiri dan masyarakat lain. Generasi muda sebagai agent of change
harus mampu untuk berperan ganda sebagai pelaku dan perintis perubahan. Tanpa
aksi nyata yang diberikan oleh generasi muda, tentunya akan sulit untuk
mewujudkan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.
Kurang-Nya
Kesadaran Terhadap Lingkungan Sekitar
Banyak
faktor yang mempengaruhi perubahan dalam dunia pendidikan, Secara grafis,
sebaran isu dengan tingkat prioritasnya dapat dilihat bahwa masalah sampah
hampir sama kuatnya dengan masalah pendidikan. Problematika sampah merupakan
dampak dari kurang efektifnya sistem pendidikan di Indonesia sehingga menjadi
salah satu konplik kotor nya lingkungan karena ketiadaan nya kesadaran kita
terhadap lingkungan. Pendidikan juga berperan penting dalam mengatasi masalah
pengelolaan sampah yang kompleks. Penelitian telah menunjukkan bahwa
meningkatkan pendidikan lingkungan dapat secara positif mempengaruhi
pengetahuan, sikap, dan perilaku individu terhadap pengurangan sampah, daur
ulang, dan pembuangan yang besar akan adanya bencana jika tidak segera di atasi
dengan cepat. dampak pendidikan lingkungan terhadap perilaku pengelolaan sampah
mahasiswa di Turki. Para peneliti menemukan bahwa siswa yang menerima
pendidikan lingkungan yang komprehensif lebih mungkin untuk terlibat dalam pemisahan
sampah, daur ulang, dan praktik pembuangan yang tepat dibandingkan dengan
mereka yang tidak menerima pendidikan tersebut. Hal ini menyoroti pentingnya
memasukkan topik-topik yang berhubungan dengan sampah ke dalam kurikulum
sekolah dan universitas untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan perilaku
pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di kalangan generasi muda sebagai
agent of change.
Pentingnya
Peningkatan Kualitas Pendidikan dalam Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan
Salah
satunya adalah perkembangan teknologi, perkembangan teknologi memiliki dampak
baik bagi dunia pendidikan karena dapat memudahkan pembelajaran untuk memahami dampak
negatif yang terjadi di kehidupan atau lingkungan sekitar, Selain itu,
penelitian telah menunjukkan bahwa intervensi pendidikan yang ditargetkan dapat
menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam praktik pengelolaan sampah. Sebuah
studi yang dilakukan oleh Purcell dan Magette (2010) mengevaluasi dampak dari
program edukasi sampah terhadap timbulan sampah rumah tangga dan tingkat daur
ulang di Irlandia. Temuannya menunjukkan bahwa program tersebut, yang mencakup
lokakarya dan kampanye informasi, menghasilkan peningkatan substansial dalam
tingkat daur ulang dan pengurangan timbulan sampah secara keseluruhan. . Pendidikan
juga berperan penting dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah yang kompleks
dengan mengadakan pembelajaran-pembelajaran akan kesadaran terhadap lingkungan,
Studi-studi ini menyoroti peran penting pendidikan dalam membentuk perilaku
individu dan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan menumbuhkan kesadaran
lingkungan, pengetahuan, dan rasa tanggung jawab, inisiatif pendidikan dapat
mengkatalisasi adopsi praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan, yang pada
akhirnya berkontribusi pada pengurangan masalah terkait sampah (Varotto &
Spagnolli, 2017). kemdikbud berupaya untuk menyiapkan pendidik yang unggul
dengan cara memberikan pelatihan ke tiap sekolah se-Indonesia untuk merubah
mindset para pendidik agar tidak berpikir bahwa fungsi pendidik hanya sebagai
penyampai informasi, tetapi fungsi pendidik juga menciptakan metode pembelajaran
menyenangkan dan memberdayakan peserta didik agar dapat mengisi dirinya secara
mandiri (Sakarinto, 2021). Jika kesadaran ini sudah tumbuh, maka perubahan akan
lebih mudah dilakukan.
KESIMPULAN
Berdasarkan
pembahasan dalam karya ilmiah ini dapat disimpulkan bahwa generasi muda
memiliki peran strategis dalam menghadapi krisis lingkungan, khususnya
permasalahan sampah yang semakin kompleks. Sebagai agent of change,
generasi muda dituntut tidak hanya memiliki wawasan dan pengetahuan, tetapi
juga mampu melakukan aksi nyata dalam menumbuhkan kesadaran dan perubahan
perilaku di tengah masyarakat. Tanpa keterlibatan aktif generasi muda, upaya
perbaikan lingkungan akan sulit terwujud secara optimal.
Permasalahan
lingkungan yang terjadi saat ini erat kaitannya dengan kurangnya kesadaran dan
pendidikan lingkungan yang efektif. Oleh karena itu, peningkatan kualitas
pendidikan menjadi kunci utama dalam membentuk sikap, pengetahuan, dan perilaku
peduli lingkungan. Integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum, dukungan
teknologi pembelajaran, serta peran pendidik yang inovatif dan memberdayakan
sangat penting untuk menanamkan tanggung jawab ekologis sejak dini. Dengan
pendidikan yang berkualitas dan kesadaran yang kuat, generasi muda dapat
menjadi motor penggerak terciptanya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
dan masa depan yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Putri Tsania Azzahra, Masduki
Asbari, and Devina Evifa Nugroho, “Urgensi Peran Generasi Muda Dalam
Meningkatkan Pendidikan Berkualitas” 03, no. 01 (2024): 90–92.
Rizal Ramdani et al., “Discussion on
Radio : Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Lingkungan” 2, no. 4 (2024): 719–28.
Azzahra, Asbari, and Nugroho,
“Urgensi Peran Generasi Muda Dalam Meningkatkan Pendidikan Berkualitas.”
Indriyani Rachman et al., “PERAN
GENERASI MUDA DALAM UPAYA MEMAHAMI DAN MENGANALISIS ISU-ISU PERMASALAHAN
LINGKUNGAN” 26 (2024): 103–12, https://doi.org/10.23969/infomatek.v26i1.14307.
D A N Lingkungan, Dalam Mewujudkan,
and Indonesia Emas, “1 , 2 3 ,” n.d., 164–72.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar