SANDALMU DAN SANDALKU
Oleh : Wahyu Awaludin
Berdiri termangu di Maret kelabu
Menatap sayu matamu indah syahdu
Melihat malam kelam aku jatuh
Jatuh kedalam rayuanmu
Perlahan acuh tak acuh
Semakin erat semakin sekarat
Tertancap paku sandalku rapuh
Sandalku tak mampu mengejar sandalmu jauh
Kembali ke titik Maret kelabu.
Berjalan disampingmu adalah impianku,
namun kenyataan punya segalanya
bahwa kita tak akan menyatu
meski jejakmu menapaki langkahku.
Salatiga, 17 Maret 2024

Tidak ada komentar:
Posting Komentar