Kamis, 05 Maret 2026

Kembalinya Sang Pendekar Kerajaan

 

KEMBALINYA SANG PENDEKAR KERAJAAN

Oleh: Nurul Burhan



          Di sebuah Kerajaan besar yang Bernama Kerajaan Marjan. dikelilingi tembok tembok benteng yang begitu besar, hidup seorang raja bernama Ki Ageng Gede. setiap pagi sebelum kokok ayam pertama terdengar, ia sudah keluar dari kamar menuju singgasana yang begitu besarnya. Zaman itu, listrik hanyalah mimpi yang belum lahir; cahaya satu-satunya bagi warga Kerajaan adalah obor bambu dan keyakinan bahwa penunggu hutan akan selalu menjaga kedamaian mereka selama adat tetap dijunjung.

          Lonceng perunggu di gerbang kadipaten bertalu-talu, mengirimkan kabar gembira ke seluruh penjuru desa. Ki ageng Gede Melangkah dengan dada membusung penuh kebanggaan saat tabib istana mengumumkan bahwa seorang putra mahkota telah lahir dengan selamat. Tak ada lagi wajah tegang atau dahi yang berkerut, yang ada hanyalah tawa para abdi dalem dan aroma wangi bunga mawar yang sengaja disebar di sepanjang selasar kayu, merayakan datangnya sang penerus garis keturunan yang amat dicintai. Bayi laki laki yang diberi nama Purnomo dan memiliki tanda lahir dibagian lehernya.

          Tapi, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Dari sisi kamar Kerajaan terdengar suara seekor harimau. Suasana menjadi ricuh, penuh ketakutan dan kesedihan. Karena kedatangan harimau Malaya yang mengerikan dan menakutkan.

”Aaaaaaaahhhhhhhhhh” jeritan Tabib yang terdengar sampai luar istana.

Harimau itu langsung mengambil bayi tersebut lalu membawanya jauh kedalam hutan.

          Tangisan seluruh istana mengubah suasana gembira menjadi sedih seketika.

“Paakk, anak kita paakk”. Tangis seorang istri kepada sang raja dengan hati yang hancur Bagai tak ada harapan.

 Akhirnya sang raja pun memerintah panglima Kerajaan untuk mengejar harimau yang telah menculik bayinya.

“Panglima Pandu, kejar harimau itu sampai dapat”. Perintah sang raja kepada panglima Kerajaan.

“Siap paduka raja, akan hamba kejar dan kerahkan semua prajurit untuk mengejar harimau tersebut”. Jawab panglima tegas dan langsung bergegas menyiapkan tentara untuk mengejar harimau.

          Sembari menunggu kabar pencarian dari tentara. Sang raja pun mengadakan sayembara ke seluruh penjuru negeri. Supaya lebih cepat dalam penemuan sang buah hatinya. Sudah satu minggu pencarian. Tapi, tidak ada buah hasil dari pengejaran tersebut. Kabar dari sayembara juga belum ada yang bisa menemukan anaknya.

          Tanpa sepengetahuan orang-orang di istana. Ternyata harimau itu adalah seorang pendekar yang sakti, dia berubah menjadi harimau dan menculik bayi itu karena dalam pemikiran sang guru, bayi itu memiliki kelebihan yaitu diwaktu besar akan menjadi panglima   yang kuat dan sakti. Didalam hutan bayi itu dirawat dan diajari berbagai ilmu beladiri. Dia menjadikan bayi itu sebagai murid satu satunya.

          20 tahun Bersama sang guru, bayi itu sudah menjadi seorang pemuda yang kuat dan sakti mandraguna. Gurunya pun kemudian berkata

“Purr, kurasa ilmumu sudah cukup, dan ini saatnya kamu kembali kekeluargamu, disana keluargamu sedang membutuhkanmu”. Ucap sang guru kepada Purnomo.

“bukan kah ini keluargaku wahai sang guru”? jawab Purnomo dengan penuh penasaran.

“bukan purr, kamu itu anak dari seorang raja dikerajaan Marjan purr, yang letaknya berada dibelakang hutan ini.” Jawab lagi sang guru.

 “Ini ada pakaianmu diwaktu kecil yang akan mengenalimu disaat kamu sampai dikerajaan Marjan nantinya” tambah sang guru sambil memberikan kotak yang berisi pakaian.

“baiklah guru saya akan mencari orang tua kandung saya” jawab Purnomo sambil menerima kotak tersebut.

          Purnomo berjalan jauh menyusuri hutan diwaktu siang & malam. Sampai diujung hutan Purnomo melihat sebuah desa yang begitu bersih dan cantik. Purnomo pun melanjutkan perjalanannya menuju desa tersebut. Purnomo berjalan sambil melihat lihat daerah perkampungan dan sampailah Purnomo disebuah pasar. Disana dia bertemu dengan salah seorang pedagang. Lalu dia bertanya kepada pedagang tersebut.

          “Halo pakk, mau nanya kalau rumah Ki Ageng Gede itu Dimana yaa pak?”tanya Purnomo kepada salah seorang yang berjualamn dipasar.

Pedagang sontak kaget karena dia mau bertemu dengan tokoh yang begitu penting disalah satu desa tersebut.

“emangnya kamu mau perlu apa kok sampai bertemu sama Ki Ageng Gede”. Tanya pedagang tersebut dengan penuh penasaran.

“Hanya mau memberikan kotak ini pak.hehe…”. Jawab Purnomo sambil bercanda.

 “untuk rumahnya Ki Ageng Gede itu berada di sebelah desa ini nakk”. Jawab lagi sipedagang pada pertanyaan Purnomo yang pertama.

 “Namamu siapa wahai anak muda?” tanya pedagang sekali lagi.

 “Nama saya Purnomo pak”. jawab Purnomo.

 “ya sudah pakk saya mau lanjut perjalanan lagi yaa pak.” lanjut Purnomo sambil meninggalkan pedagang tersebut.

          Sampailah Purnomo di istana Ki Ageng Gede. Didepan gerbang istana Purnomo bertemu dengan Panglima Pandu.

 “Ada perlu apa anda datang kemari.” tanya panglima pandu.

“Saya ingin bertemu dengan Ki Ageng Gede” jawab Purnomo.

Kemudian Purnomo diantar sama panglima menemui Ki Ageng Gede.

“Ada perlu apa  kamu datang kemari”. Tanya Ki Ageng Gede.

 “hormat kepada raja, saya adalah putra kandung paduka yang hilang karena diambil harimau 20 tahun yang lalu”. Kata Purnomo sambil menyodorkan kotak sebagai tanda bukti.

“enak saja kamu ngaku sebagai anak saya, anak saya itu ada tanda lahir dibagian lehernya”. jawab lantang Ki Ageng Gede dengan perasaan sedikit marah.

“Benar baginda raja, kalau anda tidak percaya saya bisa membuktikaannya”jawab Purnomo dengan patuh dan yakin.

          Purnomo pun diperiksa lehernya oleh Ki Ageng Gede sendiri dan terlihat tanda lahir dibagian lehernya. Sontak kaget dan senang karena putra yang sudah lama menghilang akhirnya pulang. Sang permaisuri dari dalam kamar pun mendengar kabar itu dan langsung berlari kearah Purnomo.

“Apakah ini benar anakku, kamu kemana ajaa nakk”. Kata permaisuri yang gembira sambil memegang pundak Purnomo.

“Aku berada dihutan bu, disana aku dirawat dan dikasih banyak pengalaman ilmu beladiri” jawab Purnomo sambil menatap rindu kepada sang ibu tercinta.

 “paakk, karena anak kita sudah kembali langsung dijadiin putra  mahkota yaa paakk!” tanya permaisuri kepada sang raja. Iyyaa buu, secepatnya kita jadikan dia sebagai putra mahkota”jawab Ki Ageng Gede dengan penuh rasa senang.

          Karena kegembiraan sang raja dan juga permaisuri, Purnomo pun langsung dijadikan sebagai putra mahkota. Para warga kerajaan berkumpul menyaksikan penobatan Purnomo menjadi anak mahkota.

 “Dikarenakan Purnomo sudah kembali pada detik ini, anak kami Purnomo, kami angkat menjadi putra mahkota kerajaan Marjan”. suara sang raja yang lantang dan keras disaat penobatan sang putra mahkota.

Purnomo kini telah  menjadi putra mahkota di kerajaan Marjan.

          Pada suatu hari Kerajaan Marjan melakukan penyerangan terhadap kerajaan lain untuk menambah kekuasaan dan memperbesar wilayah. Disinilah Purnomo baru pertama kali ikut peperangan dan mengatur strategi peperangan. Disini sang raja pun ikut serta peperangan  bersama putra kesayangannya.

“ayah,ayah memimpin barisan Tengah dan barisan belakang ya.Lalu panglima Pandu memimpin barisan kanan,saya akan memimpin barisan kiri”.ucap Purnomo dalam mengatur strategi peperangan yang akan dilaksanakan.

          Penyerangan pun dimulai, didalam barisan ternyata Kerajaan Marjan kalah jumlah. Tapi tekad dan semangat para tentara tidak surut.

 “Aaayyoooo seraaaaangggggg”. Suara Purnomo memberikan semangat kepada para tentara.         Peperangan sengit pun terjadi.ditengah peperangan musuh sengaja mencari Ki Ageng Gede untuk dijadikan sasaran pertamanya. Karena dialah yang menjadi pusat dari tentara kerajaannya.Ditengah peperangan sengit Ki Ageng Gede pun terbunuh ditangan musuh. Terbunuhnya Ki Ageng Gede menjadikan tentara mulai patah semangat dan mulai kewalahan dalam melakukan penyerangan. Tapi,sang Purnomo memberikan semangat kepada para tentara. “Ki Ageng Gede telah gugur”ucap salah seorang tentara yang masih dalam keadaan perang.

“Jangan patah semangat aaayyyooo kita pasti menang” ucap Purnomo sambil menyemangati tentaranya.

          Semangat mereka Kembali dan peperangan berlanjut dan bertambah panas. Akhirnya Kerajaan Marjan bisa memenangkan peperangan dan menambah kekuasaan Kerajaan. Dalam kemenangan itu Kerajaan Marjan juga kehilangan sosok yang penting bagi Kerajaan Marjan. Mereka kehilangan seorang raja yang gagah dan pemberani.

          Para keluarga Kerajaan Marjan melakukan musyawarah untuk menunjuk siapa yang akan menjadi raja setelah Ki Ageng Gede. Para keluarga sepakat menunjuk Purnomo sebagai raja baru dikerajaan Marjan.karena Purnomo adalah putra tunggal dari Ki Ageng Gede.Beberapa hari setelah menunjuk Purnomo sebagai raja. Para warga Kerajaan berkumpul menyaksikan penobatan Purnomo menjadi raja Kerajaan Marjan. Purnomo pun dibaiat dan dinobatkan sebagai raja baru Kerajaan Marjan.

“setelah kepergian Ki Ageng Gede saya Purnomo anak putra mahkota Kerajaan Marjan naik tahta menjadi raja baru Kerajaan Marjan”ucap Purnomo dengan suara lantang didepan warga Kerajaan. Nama Purnomopun diganti menjadi Ki Ageng Gede ll.

          Setelah 5 tahun menjadi raja,dia masih sendirian. Ki Ageng Gede ll belim punya pasangan hidup. Akhirnya Ki Ageng Gede ll Kembali kegunung bertemu gurunya untuk meminta izin agar bisa menikah dan mempunyai pasangan hidup. Karena umur Ki Ageng Gede ll sudah mencapai 25 tahun. Dia izin kepada ibunya untuk bertemu kepada gurunya digunung. “buu saya mau pergi kegunung untuk bertemu dengan guruku buu”.izin Ki Ageng Gede ll kepada ibunya.

“Iya nakk hati hati dijalan ya nakk”.jawab sang ibu dengan memberi izin kepada Ki Ageng Gede ll.

          Ki Ageng Gede ll pun pergi untuk bertemu sang guru yang sudah lama dia tinggal digunung. Sesampai ditempat gurunya Ki Ageng Gede ll mendapat serangan panah dadakan dari arah belakang.tapi, dia berhasil menghindar dan menangkap anak panah itu.

“Siapa yang melakukan ini”.ucap Ki Ageng Gede ll dalam hati. “Hahaha… ternyata kamu tidak lupa sama gurumu ini ya”.ucap sang guru dari arah belakang.

“Ada apa kamu datang kesini puur bukankah disana kamu lebih enak puur?”lanjut sang guru bercanda dengan Ki Ageng Gede ll.

“Tentu enggak lah guru,hehe”.jawab Ki Ageng Gede ll.

“Guru kedatangan saya kesini untuk meminta izin kepada guru untuk menikah. Karena sekarang sudah saatnya untuk menikah.” Izin Ki Ageng Gede ll kepada sang guru.

“Umurmu sudah 25 tahun yaa pur” jawab sang guru.

 “Memang kalau raja itu pasti butuh pasangan hidup agar punya keturunan pewaris Kerajaan mu nanti ya purr?”. Lanjut sang guru.

Iyyaa pur kamu menikahlah biar ada penerus untuk keluargamu dan kerajaanmu nantinya”. kata sang guru 

“terima kasih guru saya izin pamit guru”. Izin Ki Ageng Gede ll.

          KiAgeng Gede ll pulang dengan perasaan senang karena sudah diizinkan sang guru. Sesampai diistana Ki Ageng Gede ll langsung menikah dengan anak gadis. Gadis ini adalah gadis Kerajaan Marijan yang merupakan Kerajaan milik guru dari Ki ageng Gede. Pernikahan Ki Ageng Gede ll berlangsung selama 3 hari. Karena pernikahan Kerajaan itu sangat bagus dan meriah. Dalam pernikahan tersebut Ki Ageng Gede ll dikaruniai anak lima.yaitu 1 anak laki laki dan 4 anak Perempuan. Ki Ageng Gede ll merasa Bahagia Bersama istri dan keluarganya.

Tamat

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar