KEMBALINYA SANG
PENDEKAR KERAJAAN
Oleh: Nurul
Burhan
Di sebuah Kerajaan besar yang Bernama
Kerajaan Marjan. dikelilingi tembok tembok benteng yang begitu besar, hidup
seorang raja bernama Ki Ageng Gede. setiap pagi sebelum kokok ayam pertama
terdengar, ia sudah keluar dari kamar menuju singgasana yang begitu besarnya.
Zaman itu, listrik hanyalah mimpi yang belum lahir; cahaya satu-satunya bagi
warga Kerajaan adalah obor bambu dan keyakinan bahwa penunggu hutan akan selalu
menjaga kedamaian mereka selama adat tetap dijunjung.
Lonceng perunggu di gerbang kadipaten
bertalu-talu, mengirimkan kabar gembira ke seluruh penjuru desa. Ki ageng Gede
Melangkah dengan dada membusung penuh kebanggaan saat tabib istana mengumumkan
bahwa seorang putra mahkota telah lahir dengan selamat. Tak ada lagi wajah
tegang atau dahi yang berkerut, yang ada hanyalah tawa para abdi dalem dan
aroma wangi bunga mawar yang sengaja disebar di sepanjang selasar kayu,
merayakan datangnya sang penerus garis keturunan yang amat dicintai. Bayi laki
laki yang diberi nama Purnomo dan memiliki tanda lahir dibagian lehernya.
Tapi, kebahagiaan itu tak berlangsung
lama. Dari sisi kamar Kerajaan terdengar suara seekor harimau. Suasana menjadi
ricuh, penuh ketakutan dan kesedihan. Karena kedatangan harimau Malaya yang
mengerikan dan menakutkan.
”Aaaaaaaahhhhhhhhhh”
jeritan Tabib yang terdengar sampai luar istana.
Harimau itu
langsung mengambil bayi tersebut lalu membawanya jauh kedalam hutan.
Tangisan seluruh istana mengubah
suasana gembira menjadi sedih seketika.
“Paakk,
anak kita paakk”. Tangis seorang istri kepada sang raja dengan hati yang hancur
Bagai tak ada harapan.
Akhirnya sang raja pun memerintah panglima
Kerajaan untuk mengejar harimau yang telah menculik bayinya.
“Panglima
Pandu, kejar harimau itu sampai dapat”. Perintah sang raja kepada panglima
Kerajaan.
“Siap
paduka raja, akan hamba kejar dan kerahkan semua prajurit untuk mengejar
harimau tersebut”. Jawab panglima tegas dan langsung bergegas menyiapkan tentara
untuk mengejar harimau.
Sembari menunggu kabar pencarian dari
tentara. Sang raja pun mengadakan sayembara ke seluruh penjuru negeri. Supaya
lebih cepat dalam penemuan sang buah hatinya. Sudah satu minggu pencarian.
Tapi, tidak ada buah hasil dari pengejaran tersebut. Kabar dari sayembara juga
belum ada yang bisa menemukan anaknya.
Tanpa sepengetahuan orang-orang di istana.
Ternyata harimau itu adalah seorang pendekar yang sakti, dia berubah menjadi
harimau dan menculik bayi itu karena dalam pemikiran sang guru, bayi itu memiliki
kelebihan yaitu diwaktu besar akan menjadi panglima yang kuat dan sakti. Didalam hutan bayi itu
dirawat dan diajari berbagai ilmu beladiri. Dia menjadikan bayi itu sebagai
murid satu satunya.
20 tahun Bersama sang guru, bayi itu
sudah menjadi seorang pemuda yang kuat dan sakti mandraguna. Gurunya pun
kemudian berkata
“Purr,
kurasa ilmumu sudah cukup, dan ini saatnya kamu kembali kekeluargamu, disana
keluargamu sedang membutuhkanmu”. Ucap sang guru kepada Purnomo.
“bukan
kah ini keluargaku wahai sang guru”? jawab Purnomo dengan penuh penasaran.
“bukan
purr, kamu itu anak dari seorang raja dikerajaan Marjan purr, yang letaknya
berada dibelakang hutan ini.” Jawab lagi sang guru.
“Ini ada pakaianmu diwaktu kecil yang akan
mengenalimu disaat kamu sampai dikerajaan Marjan nantinya” tambah sang guru
sambil memberikan kotak yang berisi pakaian.
“baiklah
guru saya akan mencari orang tua kandung saya” jawab Purnomo sambil menerima
kotak tersebut.
Purnomo berjalan jauh menyusuri hutan
diwaktu siang & malam. Sampai diujung hutan Purnomo melihat sebuah desa
yang begitu bersih dan cantik. Purnomo pun melanjutkan perjalanannya menuju
desa tersebut. Purnomo berjalan sambil melihat lihat daerah perkampungan dan
sampailah Purnomo disebuah pasar. Disana dia bertemu dengan salah seorang
pedagang. Lalu dia bertanya kepada pedagang tersebut.
“Halo pakk, mau nanya kalau rumah Ki
Ageng Gede itu Dimana yaa pak?”tanya Purnomo kepada salah seorang yang
berjualamn dipasar.
Pedagang
sontak kaget karena dia mau bertemu dengan tokoh yang begitu penting disalah
satu desa tersebut.
“emangnya
kamu mau perlu apa kok sampai bertemu sama Ki Ageng Gede”. Tanya pedagang
tersebut dengan penuh penasaran.
“Hanya
mau memberikan kotak ini pak.hehe…”. Jawab Purnomo sambil bercanda.
“untuk rumahnya Ki Ageng Gede itu berada di
sebelah desa ini nakk”. Jawab lagi sipedagang pada pertanyaan Purnomo yang
pertama.
“Namamu siapa wahai anak muda?” tanya pedagang
sekali lagi.
“Nama saya Purnomo pak”. jawab Purnomo.
“ya sudah pakk saya mau lanjut perjalanan lagi
yaa pak.” lanjut Purnomo sambil meninggalkan pedagang tersebut.
Sampailah Purnomo di istana Ki Ageng
Gede. Didepan gerbang istana Purnomo bertemu dengan Panglima Pandu.
“Ada perlu apa anda datang kemari.” tanya
panglima pandu.
“Saya
ingin bertemu dengan Ki Ageng Gede” jawab Purnomo.
Kemudian
Purnomo diantar sama panglima menemui Ki Ageng Gede.
“Ada
perlu apa kamu datang kemari”. Tanya Ki
Ageng Gede.
“hormat kepada raja, saya adalah putra kandung
paduka yang hilang karena diambil harimau 20 tahun yang lalu”. Kata Purnomo
sambil menyodorkan kotak sebagai tanda bukti.
“enak
saja kamu ngaku sebagai anak saya, anak saya itu ada tanda lahir dibagian
lehernya”. jawab lantang Ki Ageng Gede dengan perasaan sedikit marah.
“Benar
baginda raja, kalau anda tidak percaya saya bisa membuktikaannya”jawab Purnomo
dengan patuh dan yakin.
Purnomo pun diperiksa lehernya oleh Ki
Ageng Gede sendiri dan terlihat tanda lahir dibagian lehernya. Sontak kaget dan
senang karena putra yang sudah lama menghilang akhirnya pulang. Sang permaisuri
dari dalam kamar pun mendengar kabar itu dan langsung berlari kearah Purnomo.
“Apakah
ini benar anakku, kamu kemana ajaa nakk”. Kata permaisuri yang gembira sambil
memegang pundak Purnomo.
“Aku
berada dihutan bu, disana aku dirawat dan dikasih banyak pengalaman ilmu
beladiri” jawab Purnomo sambil menatap rindu kepada sang ibu tercinta.
“paakk, karena anak kita sudah kembali
langsung dijadiin putra mahkota yaa
paakk!” tanya permaisuri kepada sang raja. Iyyaa buu, secepatnya kita jadikan
dia sebagai putra mahkota”jawab Ki Ageng Gede dengan penuh rasa senang.
Karena kegembiraan sang raja dan juga
permaisuri, Purnomo pun langsung dijadikan sebagai putra mahkota. Para warga kerajaan
berkumpul menyaksikan penobatan Purnomo menjadi anak mahkota.
“Dikarenakan Purnomo sudah kembali pada detik
ini, anak kami Purnomo, kami angkat menjadi putra mahkota kerajaan Marjan”. suara
sang raja yang lantang dan keras disaat penobatan sang putra mahkota.
Purnomo
kini telah menjadi putra mahkota di
kerajaan Marjan.
Pada suatu hari Kerajaan Marjan
melakukan penyerangan terhadap kerajaan lain untuk menambah kekuasaan dan
memperbesar wilayah. Disinilah Purnomo baru pertama kali ikut peperangan dan
mengatur strategi peperangan. Disini sang raja pun ikut serta peperangan bersama putra kesayangannya.
“ayah,ayah
memimpin barisan Tengah dan barisan belakang ya.Lalu panglima Pandu memimpin
barisan kanan,saya akan memimpin barisan kiri”.ucap Purnomo dalam mengatur
strategi peperangan yang akan dilaksanakan.
Penyerangan pun dimulai, didalam
barisan ternyata Kerajaan Marjan kalah jumlah. Tapi tekad dan semangat para
tentara tidak surut.
“Aaayyoooo seraaaaangggggg”. Suara Purnomo
memberikan semangat kepada para tentara. Peperangan
sengit pun terjadi.ditengah peperangan musuh sengaja mencari Ki Ageng Gede
untuk dijadikan sasaran pertamanya. Karena dialah yang menjadi pusat dari
tentara kerajaannya.Ditengah peperangan sengit Ki Ageng Gede pun terbunuh
ditangan musuh. Terbunuhnya Ki Ageng Gede menjadikan tentara mulai patah
semangat dan mulai kewalahan dalam melakukan penyerangan. Tapi,sang Purnomo
memberikan semangat kepada para tentara. “Ki Ageng Gede telah gugur”ucap salah
seorang tentara yang masih dalam keadaan perang.
“Jangan
patah semangat aaayyyooo kita pasti menang” ucap Purnomo sambil menyemangati
tentaranya.
Semangat mereka Kembali dan peperangan
berlanjut dan bertambah panas. Akhirnya Kerajaan Marjan bisa memenangkan
peperangan dan menambah kekuasaan Kerajaan. Dalam kemenangan itu Kerajaan
Marjan juga kehilangan sosok yang penting bagi Kerajaan Marjan. Mereka
kehilangan seorang raja yang gagah dan pemberani.
Para keluarga Kerajaan Marjan melakukan
musyawarah untuk menunjuk siapa yang akan menjadi raja setelah Ki Ageng Gede.
Para keluarga sepakat menunjuk Purnomo sebagai raja baru dikerajaan
Marjan.karena Purnomo adalah putra tunggal dari Ki Ageng Gede.Beberapa hari
setelah menunjuk Purnomo sebagai raja. Para warga Kerajaan berkumpul
menyaksikan penobatan Purnomo menjadi raja Kerajaan Marjan. Purnomo pun dibaiat
dan dinobatkan sebagai raja baru Kerajaan Marjan.
“setelah
kepergian Ki Ageng Gede saya Purnomo anak putra mahkota Kerajaan Marjan naik
tahta menjadi raja baru Kerajaan Marjan”ucap Purnomo dengan suara lantang
didepan warga Kerajaan. Nama Purnomopun diganti menjadi Ki Ageng Gede ll.
Setelah 5 tahun menjadi raja,dia masih
sendirian. Ki Ageng Gede ll belim punya pasangan hidup. Akhirnya Ki Ageng Gede
ll Kembali kegunung bertemu gurunya untuk meminta izin agar bisa menikah dan
mempunyai pasangan hidup. Karena umur Ki Ageng Gede ll sudah mencapai 25 tahun.
Dia izin kepada ibunya untuk bertemu kepada gurunya digunung. “buu saya mau
pergi kegunung untuk bertemu dengan guruku buu”.izin Ki Ageng Gede ll kepada
ibunya.
“Iya
nakk hati hati dijalan ya nakk”.jawab sang ibu dengan memberi izin kepada Ki
Ageng Gede ll.
Ki Ageng Gede ll pun pergi untuk
bertemu sang guru yang sudah lama dia tinggal digunung. Sesampai ditempat
gurunya Ki Ageng Gede ll mendapat serangan panah dadakan dari arah
belakang.tapi, dia berhasil menghindar dan menangkap anak panah itu.
“Siapa
yang melakukan ini”.ucap Ki Ageng Gede ll dalam hati. “Hahaha… ternyata kamu
tidak lupa sama gurumu ini ya”.ucap sang guru dari arah belakang.
“Ada
apa kamu datang kesini puur bukankah disana kamu lebih enak puur?”lanjut sang
guru bercanda dengan Ki Ageng Gede ll.
“Tentu
enggak lah guru,hehe”.jawab Ki Ageng Gede ll.
“Guru
kedatangan saya kesini untuk meminta izin kepada guru untuk menikah. Karena
sekarang sudah saatnya untuk menikah.” Izin Ki Ageng Gede ll kepada sang guru.
“Umurmu
sudah 25 tahun yaa pur” jawab sang guru.
“Memang kalau raja itu pasti butuh pasangan
hidup agar punya keturunan pewaris Kerajaan mu nanti ya purr?”. Lanjut sang
guru.
Iyyaa
pur kamu menikahlah biar ada penerus untuk keluargamu dan kerajaanmu nantinya”.
kata sang guru
“terima
kasih guru saya izin pamit guru”. Izin Ki Ageng Gede ll.
KiAgeng Gede ll pulang dengan perasaan
senang karena sudah diizinkan sang guru. Sesampai diistana Ki Ageng Gede ll
langsung menikah dengan anak gadis. Gadis ini adalah gadis Kerajaan Marijan
yang merupakan Kerajaan milik guru dari Ki ageng Gede. Pernikahan Ki Ageng Gede
ll berlangsung selama 3 hari. Karena pernikahan Kerajaan itu sangat bagus dan
meriah. Dalam pernikahan tersebut Ki Ageng Gede ll dikaruniai anak lima.yaitu 1
anak laki laki dan 4 anak Perempuan. Ki Ageng Gede ll merasa Bahagia Bersama
istri dan keluarganya.
Tamat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar