Kisahku
Oleh: Abhista Arya Reyvanda
Aku lahir di Semarang pada 12 Februari 2007. Masa kecilku dimulai dengan
bersekolah di TK Al Ikhlas Semarang. Setelah itu, aku melanjutkan pendidikan
dasar di SD Islam Sultan Agung 4 Semarang. Sejak duduk di bangku SD, aku sudah
memiliki ketertarikan besar pada kegiatan non-akademik. Berbagai kegiatan
kuikuti dengan penuh semangat, seperti taekwondo, paskibra, futsal, sepak bola,
dan pramuka. Dari beberapa kegiatan tersebut, aku bahkan pernah meraih prestasi
dalam lomba paskibra, taekwondo, sepak bola, dan pramuka. Semua pengalaman itu
membuatku semakin mencintai aktivitas yang mengasah kemampuan dan kerja sama.
Setelah lulus dari SD, aku melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Pada masa
ini, hidupku mulai mengalami perubahan. Aku tidak lagi tinggal di Semarang
karena memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Yogyakarta, tepatnya di
Pondok Pesantren Ali Maksum.
Sebelum berangkat ke sana, ibuku sempat memberiku pilihan.
“Kamu mau mondok atau sekolah biasa di Semarang?” tanya ibuku.
“Aku ingin mondok saja, Bu. Aku ingin belajar mandiri, menambah pengalaman,
dan punya banyak teman,” jawabku dengan yakin.
“Kalau itu keputusanmu, Ibu mendukung,” kata ibuku dengan penuh pengertian.
Akhirnya aku berangkat ke Yogyakarta. Di sana aku belajar banyak hal, bukan
hanya pelajaran sekolah, tetapi juga ilmu agama di pondok seperti mengaji dan
berbagai pelajaran kehidupan. Hidup jauh dari rumah membuatku belajar mandiri.
Selain itu, aku juga bertemu banyak teman dari berbagai daerah, yang membuat
pengalaman belajarku semakin berwarna.
Setelah lulus dari MTs Ali Maksum, aku melanjutkan pendidikan ke jenjang
berikutnya, yaitu MA Ali Maksum Yogyakarta. Di sana aku bertemu dengan
teman-teman baru, meskipun ada juga teman dari MTs yang melanjutkan bersama.
Aku sempat merasa sedih karena tidak semua teman lama melanjutkan ke jenjang
yang sama. Namun di sisi lain, aku juga merasa senang karena mendapatkan banyak
teman baru.
Selama di MA Ali Maksum, aku mulai aktif mengikuti kegiatan paskibra.
Selain itu, sejak MTs hingga MA aku tetap setia mengikuti ekstrakurikuler sepak
bola. Bersama tim sepak bola sekolah, aku dan teman-teman pernah meraih
prestasi dengan menjuarai POR Sepak Bola se-Bantul dan mendapatkan juara tiga.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan bagi kami.
Setelah menempuh pendidikan di Yogyakarta selama enam tahun, aku
melanjutkan perjalanan ke jenjang perkuliahan. Perjalanan menuju perguruan
tinggi tidaklah mudah. Aku mengikuti beberapa tes masuk perguruan tinggi,
tetapi sempat mengalami penolakan. Meski begitu, aku tidak menyerah. Hingga
akhirnya aku diterima di UIN Salatiga.
Awalnya aku sempat ragu dengan pilihanku. Namun, kedua orang tuaku terus
memberikan semangat dan dukungan. Berkat dorongan mereka, aku akhirnya mantap
menjalani langkah ini.
Di UIN Salatiga aku mengambil program studi Perpustakaan dan Sains
Informasi. Selama berkuliah, aku tinggal di Ma’had Al-Jami’ah UIN
Salatiga. Di tempat ini aku kembali bertemu dengan banyak teman dari berbagai
daerah, bahkan dari luar pulau. Aku merasa sangat senang tinggal di ma’had
karena tidak hanya belajar ilmu perkuliahan, tetapi juga memperdalam ilmu
agama, mengaji, serta mempelajari bahasa asing. Hingga saat ini aku masih
berdomisili di Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga.
Selain belajar, aku juga memiliki banyak hobi di bidang olahraga. Aku
sangat menyukai futsal, sepak bola, voli, dan berbagai olahraga lainnya. Namun
dari semua olahraga tersebut, yang paling aku sukai adalah sepak bola dan
futsal. Dalam olahraga itu aku belajar tentang kerja sama, kekompakan tim, dan
semangat pantang menyerah. Walaupun terkadang sepak bola membuatku terluka atau
lelah, aku tetap mencintainya.
Aku juga memiliki berbagai makanan favorit, seperti nasi goreng, mie
goreng, kwetiau, mie ayam, dan bakso. Namun dari semua itu, yang paling kusukai
adalah nasi goreng dan kwetiau. Untuk minuman, aku sangat menyukai air putih
dan berbagai jenis jus, terutama jus mangga dan jus alpukat, yang sudah kusukai
sejak kecil. Selain itu, aku juga menyukai es krim karena rasanya yang manis.
Sedangkan buah yang paling kusukai adalah mangga.
Sejak kecil aku memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pebisnis dan
pengusaha. Ketertarikanku pada dunia bisnis sebenarnya sudah muncul sejak SD.
Saat itu aku pernah berjualan pensil kepada teman-temanku di sekolah. Setiap
malam aku menghitung hasil jualanku bersama ibu. Dari beliau aku belajar
tentang pentingnya menabung agar tidak boros.
Memasuki jenjang SMP, aku dan tiga orang temanku mencoba berjualan piscok
dan risol mayo. Awalnya kami hanya menjual sedikit, tetapi lama-kelamaan
semakin banyak yang berminat. Kami pun mulai menambah stok jualan. Dari usaha
kecil itu, aku dan teman-temanku bisa menikmati hasil kerja keras kami selama
masa SMP.
Ketika SMA, aku bersama empat temanku mencoba ide baru. Kami mendesain kaos
dan membuka sistem pre-order. Ternyata cukup banyak yang memesan. Dari
pengalaman itu, aku dan teman-temanku belajar banyak tentang dunia bisnis serta
merasakan hasil dari usaha kami sendiri.
Dari berbagai pengalaman tersebut, aku belajar bahwa dalam hidup kita harus
berani berproses. Jika ingin meraih kesuksesan, kita harus berani mengambil
risiko dan terus berusaha. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman-teman
terdekat merupakan kekuatan besar yang selalu memberi semangat untuk terus
melangkah maju.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar