Rabu, 04 Maret 2026

Kisahku

 

Kisahku

Oleh: Abhista Arya Reyvanda



Aku lahir di Semarang pada 12 Februari 2007. Masa kecilku dimulai dengan bersekolah di TK Al Ikhlas Semarang. Setelah itu, aku melanjutkan pendidikan dasar di SD Islam Sultan Agung 4 Semarang. Sejak duduk di bangku SD, aku sudah memiliki ketertarikan besar pada kegiatan non-akademik. Berbagai kegiatan kuikuti dengan penuh semangat, seperti taekwondo, paskibra, futsal, sepak bola, dan pramuka. Dari beberapa kegiatan tersebut, aku bahkan pernah meraih prestasi dalam lomba paskibra, taekwondo, sepak bola, dan pramuka. Semua pengalaman itu membuatku semakin mencintai aktivitas yang mengasah kemampuan dan kerja sama.

Setelah lulus dari SD, aku melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Pada masa ini, hidupku mulai mengalami perubahan. Aku tidak lagi tinggal di Semarang karena memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Yogyakarta, tepatnya di Pondok Pesantren Ali Maksum.

Sebelum berangkat ke sana, ibuku sempat memberiku pilihan.

“Kamu mau mondok atau sekolah biasa di Semarang?” tanya ibuku.

“Aku ingin mondok saja, Bu. Aku ingin belajar mandiri, menambah pengalaman, dan punya banyak teman,” jawabku dengan yakin.

“Kalau itu keputusanmu, Ibu mendukung,” kata ibuku dengan penuh pengertian.

Akhirnya aku berangkat ke Yogyakarta. Di sana aku belajar banyak hal, bukan hanya pelajaran sekolah, tetapi juga ilmu agama di pondok seperti mengaji dan berbagai pelajaran kehidupan. Hidup jauh dari rumah membuatku belajar mandiri. Selain itu, aku juga bertemu banyak teman dari berbagai daerah, yang membuat pengalaman belajarku semakin berwarna.

Setelah lulus dari MTs Ali Maksum, aku melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, yaitu MA Ali Maksum Yogyakarta. Di sana aku bertemu dengan teman-teman baru, meskipun ada juga teman dari MTs yang melanjutkan bersama. Aku sempat merasa sedih karena tidak semua teman lama melanjutkan ke jenjang yang sama. Namun di sisi lain, aku juga merasa senang karena mendapatkan banyak teman baru.

Selama di MA Ali Maksum, aku mulai aktif mengikuti kegiatan paskibra. Selain itu, sejak MTs hingga MA aku tetap setia mengikuti ekstrakurikuler sepak bola. Bersama tim sepak bola sekolah, aku dan teman-teman pernah meraih prestasi dengan menjuarai POR Sepak Bola se-Bantul dan mendapatkan juara tiga. Prestasi tersebut menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan bagi kami.

Setelah menempuh pendidikan di Yogyakarta selama enam tahun, aku melanjutkan perjalanan ke jenjang perkuliahan. Perjalanan menuju perguruan tinggi tidaklah mudah. Aku mengikuti beberapa tes masuk perguruan tinggi, tetapi sempat mengalami penolakan. Meski begitu, aku tidak menyerah. Hingga akhirnya aku diterima di UIN Salatiga.

Awalnya aku sempat ragu dengan pilihanku. Namun, kedua orang tuaku terus memberikan semangat dan dukungan. Berkat dorongan mereka, aku akhirnya mantap menjalani langkah ini.

Di UIN Salatiga aku mengambil program studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Selama berkuliah, aku tinggal di Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Di tempat ini aku kembali bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah, bahkan dari luar pulau. Aku merasa sangat senang tinggal di ma’had karena tidak hanya belajar ilmu perkuliahan, tetapi juga memperdalam ilmu agama, mengaji, serta mempelajari bahasa asing. Hingga saat ini aku masih berdomisili di Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga.

Selain belajar, aku juga memiliki banyak hobi di bidang olahraga. Aku sangat menyukai futsal, sepak bola, voli, dan berbagai olahraga lainnya. Namun dari semua olahraga tersebut, yang paling aku sukai adalah sepak bola dan futsal. Dalam olahraga itu aku belajar tentang kerja sama, kekompakan tim, dan semangat pantang menyerah. Walaupun terkadang sepak bola membuatku terluka atau lelah, aku tetap mencintainya.

Aku juga memiliki berbagai makanan favorit, seperti nasi goreng, mie goreng, kwetiau, mie ayam, dan bakso. Namun dari semua itu, yang paling kusukai adalah nasi goreng dan kwetiau. Untuk minuman, aku sangat menyukai air putih dan berbagai jenis jus, terutama jus mangga dan jus alpukat, yang sudah kusukai sejak kecil. Selain itu, aku juga menyukai es krim karena rasanya yang manis. Sedangkan buah yang paling kusukai adalah mangga.

Sejak kecil aku memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pebisnis dan pengusaha. Ketertarikanku pada dunia bisnis sebenarnya sudah muncul sejak SD. Saat itu aku pernah berjualan pensil kepada teman-temanku di sekolah. Setiap malam aku menghitung hasil jualanku bersama ibu. Dari beliau aku belajar tentang pentingnya menabung agar tidak boros.

Memasuki jenjang SMP, aku dan tiga orang temanku mencoba berjualan piscok dan risol mayo. Awalnya kami hanya menjual sedikit, tetapi lama-kelamaan semakin banyak yang berminat. Kami pun mulai menambah stok jualan. Dari usaha kecil itu, aku dan teman-temanku bisa menikmati hasil kerja keras kami selama masa SMP.

Ketika SMA, aku bersama empat temanku mencoba ide baru. Kami mendesain kaos dan membuka sistem pre-order. Ternyata cukup banyak yang memesan. Dari pengalaman itu, aku dan teman-temanku belajar banyak tentang dunia bisnis serta merasakan hasil dari usaha kami sendiri.

Dari berbagai pengalaman tersebut, aku belajar bahwa dalam hidup kita harus berani berproses. Jika ingin meraih kesuksesan, kita harus berani mengambil risiko dan terus berusaha. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman-teman terdekat merupakan kekuatan besar yang selalu memberi semangat untuk terus melangkah maju.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar