Senin, 23 Maret 2026

Kalah pemilu berkedok Santet

Kalah pemilu berkedok Santet

Oleh : Azril Al Habsyi

 


Berawal dari seorang bapak yang bernama pak wildan, beliau bekerja di sebuah kantor desa yang ada di Desa Pamongan Kecamatan Guntur, yang statusnya masih pembantu kepala Desa belum menjadi perangkat Desa. Pak wildan adalah seseorang yang mempunyai sifat etos kerja yang tinggi, dan beliau selalu di banggakan oleh bapak kepala desa yang bernama pak yanto karena kinerja nya yang sangat bagus. Pak Yanto ketika mendapat tugas dari Kecamatan selalu meminta tolong kepada pak wildan untuk membantu menyelesaikan tugasnya.

Suatu ketika ada pemilihan seleksi perangkat desa yang di ikuti oleh orang banyak, salah satu nya pak Wildan, yang menjadi pesaing nya yaitu pak Imam beliau adalah adik kandung dari pak yanto. Seleksi nya yaitu berupa menulis jurnal di word dengan menggunakan komputer, karena pak Imam kurang paham dengan komputer maka dia bertanya kepada pak wildan cara menghidupkan komputer “pak wildan ini bagaimana cara menghidupkan komputer ?”, pak Wildan menjawab dengan seyum tipis sambil menunjukan tombol power di komputer.

Setelah selesai menunggu hasil dari seleksi perangkat desa tersebut, dan hasil nya pun mengejutkan pak Wildan tidak lolos, akan tetapi yang lolos malah pak imam, pak wildan terkejut sampek heran kenapa dia tidak lolos seleksi, pak Wildan pun mencari tau kenapa dia tidak lolos seleksi, setelah pak wildan telusuri ternyata pak Yanto/pak Kades lebih memilih adik kandung nya sendiri ketimbang pak Wildan yang mempunyai pengalaman jam kerja yang tinggi, karena sifat pak Yanto yang kurang adil karena dalam menilai seleksi perangkat desa, pak Wildan memutuskan untuk berhenti bekerja dengan nya, memilih bekerja menjual alat elektronik di rumah.

Waktu selang berlalu tiba saat pemilihan kepala desa baru di Desa Pamongan, pak Yanto yang sudah pernah menjadi kepala desa dia mengajukan kembali, yang menjadi lawan politik nya yaitu pak Supri, beliau adalah seorang pengusaha yang sukses di desa pamongan, dan beliau berniat mengabdi kepada rakyat desa pamongan. Dan karena pak wildan merasa tersingkirkan saat pemerintahan pak Yanto, maka dia lebih memilih pak Supri.

Waktu kampanye pun tiba, kedua paslon saling debat menunjukan visi misi dan progam kerja nya, rakyat pun di minta untuk memilih. Setelah selesai pemilihan kepala desa dan akhir nya di menangkan oleh pak Supri dengan perolehan suara sekitar dua ribu pemilih, sedangkan pak Yanto hanya sekitar seribu pemilih, dan dia tidak terima dengan kekalahan nya, dia pun memilih jalan lain dan memuaskan nafsunya dengan menyantet orang-orang yang bekerjasama dengannya ketika masih menjadi kepala desa dan salah satu orang yang tidak memilih pak Yanto pada pemilihan kepala desa yaitu pak wildan.

Hari-hari berlalu setelah pemilihan kepala desa, keluarga pak Wildan mulai merasakan hal-hal yang aneh seperti ada yang mengganggu kehidupan nya, istrinya pak Wildan tiba-tiba merasakan demam tinggi, batuk, dan sampai muntah darah dari dalam perut nya selama satu minggu hingga di bawa rumah sakit jaya, alat medis yang ada di rumah sakit pun tidak bias mendeteksi penyakit nya, pak Wildan pun bingung hingga akhir nya minta tolong kyai di Desa agar istri nya pak wildan dapat sembuh dari penyakit tersebut. Setelah Istri nya sembuh gantian pak Wildan merasakan tekanan batin dan mental hingga wajahnya menjadi pucat selama berbulan bulan hingga akhirnya sembuh dengan selalu membaca ayat-ayat Al-Qur’an setiap hari, dan selalu meminta perlindungan kepada Allah dari orang-orang jahat yang menyerang keluarga beliau.

 

TAMAT

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar